New Normal, Menjadi Pahlawan untuk Diri dan Orang Lain

New Normal, Menjadi Pahlawan untuk Diri dan Orang Lain




Selasa, 20 November 2020 Pertama kali di umumkan kasus pandemi Covid-19 di Indonesia, banyak aktivitas sehari-hari terpaksa berubah. Pandemi berhasil mengubah segala bentuk aktivitas mulai dari belajar, bekerja, maupun beribadah. Sugesti mengenai Virus Covid-19 merajalela, hampir setiap media menayangkan baik secara visual maupun audio visual. Penularannya yang terbilang cepat dan efek nya yang sangat mengerikan, mau tidak mau membuat kita tak bisa berbuat apa-apa. Kegiatan yang dilakukan secara berkelompok atau secara tatap muka dengan melibatkan banyak orang terpaksa di hentikan untuk sementara waktu demi pemutusan mata rantai penularan virus. Ruang gerak manusia seolah dibuat terbatas semenjak adanya pandemi ini. Manusia di tuntut memaknai kehidupan dengan saling melindungi satu sama lain dari wabah mematikan bernama Covid-19.

Berbagai upaya yang Pemerintah lakukan sebagai ikhtiar untuk memutus mata rantai penularan dengan memberikan kebijakan physical distancing haruslah tetap diterapkan. Misalnya memberlakukan kegiatan belajar mengajar seperti yang saat ini dilakukan SMP Ar Rafi' Drajat (Sekola Islam Favorit di Bandung) maupun pekerjaan yang dilakukan dari rumah masing-masing. Selain itu, membatasi interaksi sosial di masyarakat. Kegiatan yang harus dilakukan secara bergerombol atau seara tatap muka dengan melibatkan banyak orang sementara dibatasi.  Termasuk pada pusat ritel seperti mall yang ada di kota-kota besar harus lebih memperhatikan protokol kesehatan. Pemerintah juga menerapkan sistem Work From Home (WFH) segala bentuk pekerjaan harus  dilakukan dari rumah. Banyak sekali dampak yang ditimbulkan semenjak adanya pandemi ini. 


Namun, Allah SWT berfirman dalam Q.S Al-Insyirah ayat 5-6:

  فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا

“Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.“

Ketika ayat tersebut menegaskan kembali bahwa menghadapi kesulitan yang tidak dapat dihindari, hal ini membawa perhatian kita pada tiga keyakinan penting yaitu kemenangan adalah milik Allah, sangat dekat, dan sebut Dia untuk mewujudkannya. Kesulitan membantu menghubungkan orang-orang yang beriman kepada Allah secara komprehensif. Hati mereka akan melekat pada-Nya dan harapan mereka hanya akan ada di dalam Dia. Masa-masa sulit memelihara tauhid di hati orang-orang beriman dengan cara yang tidak mungkin dilakukan pada saat-saat mudah.

Dengan adanya adaptasi New Normal, masyarakat dituntut untuk lebih disiplin dan berhati-hati dalam melakukan aktifitas sehari-hari. Penerapan protokol kesehatan tentunya harus tetap dijunjung tinggi dalam situasi ini. menggunakan masker saat keluar rumah, jaga jarak saat berinteraksi, mencuci tangan, dan tidak melakukan kontak fisik dengan orang lain atau menyentuh fasilitas umum harus selalu di terapkan. 

New Normal ini harus dilakukan oleh seluruh lapisan masyarakat demi memutus mata rantai penularan Covid-19. Kita harus berupaya bekerja sama dengan mematuhi segala aturan yang ada. Membiasakan diri dengan hidup sehat adalah kuncinya. Dengan adanya kebiasaan baru yang lebih sehat, diharapkan menjadi sisi positif dibalik tragedi pandemi ini. Kita bisa aman dan lebih produktif saat ini dengan menerapkan kebiasaan baru. Mari bersama-sama menjadi pahlawan bagi diri sendiri dan orang lain, dengan terus berdo’a meminta kepada Yang Maha Agung yakni Allah SWT serta memperhatikan protokol yang ditetapkan demi pemutusan mata rantai Covid-19. Di hari Pahlawan (Selasa, 10 November 2020) marilah kita menjadi pahlawan untuk diri dan orang lain. ***

Sekolah Ar Rafi’ Drajat telah membuka pendaftaran PPDB Gelombang 2 untuk tahun ajaran baru 2020-2021 sejak bulan September lalu. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi www.arrafidrajat.sch.id atau ikutimedia sosial FB, IG @smparrafidrajat.

 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar