HARI BATIK NASIONAL 2020 DI ERA NEW NORMAL (Sekolah Islam Favorit di Bandung)


  

Hari Batik Nasional adalah hari perayaan Indonesia untuk memperingati ditetapkannya batik sebagai warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi pada 02 Oktober 2009 lalu oleh UNESCO. Saat itu pula, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menerbitkan Kepres Nomor 33 Tahun 2009 yang menetapkan Hari Batik Nasional di Indonesia. Tahun ini bentuk memperingati hari batik berbeda dengan tahun sebelumnya. Karena masih dalam kondisi pandemi covid-19. Biasanya disetiap sekolah pasti mengadakan perlombaan kostum dengan tema “Batik”. Pada tahun 2020 di SMP Ar Rafi’ Drajat (Sekolah Islam Terbaik di Bandung) mengadakan sebuah event yang sangat menarik yaitu mengabadikan moment dengan foto-foto bersama dan mengumumkan SOTM (Student of The Month).

Event ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran warga sekolah terhadap upaya perlindungan dan pengembangan batik sebagai warisan budaya Indonesia dan meningkatkan para generasi baru untuk mencintai produk dalam negeri. Sejalan dengan hal ini, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) juga turut menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 003.3/10132/SJ tentang Pemakaian Baju Batik dalam Rangka Hari Batik Nasional.

 

 

Walaupun sekarang dalam keadaan covid-19 rasa nasionalisme tidak boleh pudar. Di era New Normal ini, batik masih menjadi primadona. Terutama saat pembuatan masker yang bermotif batik saat ini sedang menjadi buah bibir di dunia fashion.

Apabila kita tengok kebelakang batik pertama kali diperkenalkan ke pentas dunia oleh Presiden Soeharto, saat menghadiri konferensi PBB pada pertengahan 80-an. Sampai saat ini, Istana juga masih menjadikan batik sebagai salah satu cindera mata bagi para tamu kenegaraan. Sekarang batik semakin dikenal dalam dunia internasional, saat Indonesia menjadi tuan rumah KTT APEC II di Bogor, Jawa Barat, pada 1994. Pemerintah menyiapkan batik tulis untuk kepala negara yang dibuat dengan corak dan simbol dari negara-negara peserta. Hal ini bertujuan supaya batik mendunia sehingga Indonesia memiliki ciri khas yang unik dalam menciptakan karya seni. 

Mari kita ulas sedikit sejarah batik

Batik sebenarnya sebuah teknik menggambar motif pada kain dengan menggunakan canting dan malam. Kata 'batik' sendiri berasal dari bahasa Jawa 'amba' yang berarti menulis dan 'titik'. Batik di Nusantara sendiri dimulai sejak masa Kerajaan Majapahit. Hal itu dibuktikan oleh sejumlah arca batu dari zaman Kerajaan Majapahit. Konon, Arca Harihara, yang merefleksikan pendiri Majapahit, Raden Wijaya, mengenakan batik kawung.Kejayaan batik masa Kerajaan Majapahit juga terlihat dari sisa peninggalan batik yang di Mojokerto dan Bonorowo (kini Tulungagung). Tradisi membatik ini hanya dikenal di dalam wilayah kerajaan. Batik menjadi sesuatu yang 'ningrat' dan eksklusif. Ia hanya digunakan sebagai pakaian raja dan para pembesar kerajaan. Namun, perlahan tradisi batik mulai menjalar ke wilayah luar kerajaan. Ia bayak ditiru oleh rakyat jelata dan menjadi pekerjaan kaum wanita untuk mengisi waktu luang.

Pemaparan tersebut menjelaskan bahwa kita sebagai warga Indonesia harus bangga memiliki karya batik yang tidak dimiliki oleh negara lain. ***Riyadul Maisah

Sekolah Ar Rafi’ Drajat telah membuka pendaftaran untuk tahun ajaran baru 2020-2021 sejak bulan September lalu. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi www.arrafidrajat.sch.id atau ikuti

media sosial FB, IG @smparrafidrajat. 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar