Ayo Lestarikan Budaya Baca


Buku merupakan sumber ilmu yang tidak akan pernah habis sepanjang masa. Dari waktu ke waktu manusia membutuhkan ilmu. Karena itu, fungsi buku adalah untuk menjawab semua rasa penasaran terhadap lingkungan disekitarnya. Membaca adalah suatu kegiatan yang akan menambah ilmu kita. Karna didalam buku pengetahuan yang kita baca, terdapat sejuta ilmu yang akan menambah wawasan. Selain itu, membaca juga akan menambah kosakata. Dengan banyak membaca, kita pasti akan menemukan beberapa kosakata yang belum kita ketahui maknanya. Dan untuk mengetahui makna dari kosakata tersebut, kita akan membaca kalimat sebelumnya.

Banyak manfaat yang dihasilkan oleh membaca buku. Salah satu manfaatnya adalah dapat meningkatkan daya ingat dan konsentrasi. Ada juga manfaat lainnya yaitu, dapat meningkatkan kecerdasan. Membaca buku bisa mengurangi stres. Membaca juga dapat menumbuhkan rasa empati. Empati merupakan kemampuan seseorang untuk menyelami pemikiran dan keadaan emosional orang lain.

Menurut jurnal penelitian yang dilakukan oleh American Academy of Neurology. Membaca buku mampu melatih daya ingat dan konsentrasi seseorang. Dengan membaca buku secara rutin, otak diberi dorongan untuk terbiasa mengolah pikiran dan memori, serta fokus terhadap suatu hal selama beberapa waktu. Seperti yang dituliskan Dr. Seuss, membaca buku sebanyak-banyaknya dapat memperluas pengetahuan dan mendatangkan banyak pembelajaran baru dalam hidup seseorang. Selain itu, membiasakan diri untuk membaca sejak dini dapat meningkatkan kecerdasan seseorang. Peneliti Anne Cunningham dan Keith Stanovich menyatakan bahwa kebiasaan membaca sejak kecil diperkirakan mampu mempengaruhi kuantitas membaca seseorang dari tahun ke tahun.

Dengan membaca, seseorang dapat memperkaya kosakata dan kemampuan membacanya. Menurut penelitian lain dari University of Edinburgh dan King’s College London, kemampuan membaca yang sudah dibangun dari usia belia tersebut mampu meningkatkan kecerdasan secara keseluruhan. Para peneliti dari University of Sussex mengungkapkan jika level stres dapat berkurang hingga 68 persen hanya dengan meluangkan enam menit membaca. Hal ini dikarenakan segala imajinasi yang muncul ketika membaca buku mampu mengajak para pembacanya untuk melupakan sejenak stres yang sedang dialami. Hasil penelitian dari The New School for Social Research menyebutkan bahwa dengan membaca buku terutama fiksi dapat membantu seseorang untuk memahami apa yang dipikirkan orang lain dari emosi yang disajikan. Dengan rasa empati, seseorang turut merasakan apa yang sedang dirasakan dan dialami individu lainnya.

Selain dapat membangun suatu relasi dan tenggang rasa yang lebih baik dengan orang lain, empati juga mampu menciptakan kehidupan yang tenteram. Oleh karena itu, marilah kita luangkan waktu untuk membaca buku. *** Azka Aulia (Kelas VIII Sutayta)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar