Prestasi

Pencapaian prestasi pesserta didik SMP Ar Rafi' Drajat.

  • 5 Bencana Alam yang Terjadi di Awal Tahun 2021

     5 Bencana Alam yang Terjadi di Awal Tahun 2021

    Tidak terasa bulan Januari 2021 ini sudah memasuki minggu ke-4, Indonesia dilanda berbagai peristiwa bencana alam di beberapa wilayah yang merenggut ratusan korban jiwa. Bencana alam ini terjadi ditengah Indonesia yang sedang melawan kasus Covid-19 yang jumlahnya terus mengalami peningkatan.

    Peristiwa bencana alam tersebut juga terjadi di tengah peristiwa duka jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182 rute Jakarta – Pontianak di perairan Kepulauan Seribu, Jakarta.

    Bencana alam pertama yang terjadi di awal 2021 ialah longsor di Sumedang, Jawa Barat pada Sabtu (9/1/2021). Kemudian berlanjut pada terjadinya sejumlah bencana alam di daerah lainnya, mulai dari longsor, banjir hingga gempa bumi. 

    Dan jangan kita lupakan bahwa bencana alam terjadi atas kehendak Allah, seperti yang sudah dijelaskan di dalam surat At-Taghabun ayat 11,

    مَآ أَصَابَ مِن مُّصِيبَةٍ إِلَّا بِإِذْنِ ٱللَّهِ ۗ وَمَن يُؤْمِنۢ بِٱللَّهِ يَهْدِ قَلْبَهُۥ ۚ وَٱللَّهُ بِكُلِّ شَىْءٍ عَلِيمٌ

    “Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan ijin Allah; dan barangsiapa yang beriman kepada Allah niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”

    Berikut beberapa bencana alam yang terjadi di awal tahun 2021

    1. Longsor di Sumedang

    Tanggal 9 Januari longsor terjadi di Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Longsor terjadi dua kali, di mana longsor pertama terjadi pada pukul 16.00 WIB dan longsor susulan terjadi pada pukul 19.00 WIB.

    Dari data sementara terdapat 1.020 orang yang mengungsi akibat bencana tersebut dan 40 orang tewas dalam peristiwa ini. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyatakan salah satu penyebab bencana longsor yang terjadi di Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat atau longsor Sumedang yakni akibat adanya pelapukan sejumlah jenis bebatuan.


    1. Banjir di Kalimantan Selatan

    Curah hujan tinggi menyebabkan sejumlah wilayah di Kalimantan Selatan terendam banjir dengan ketinggian 2 – 3 meter. Salah satu wilayah yang terdampak parah akibat bencana ini adalah Kabupaten Balangan. Berdasarkan data BASARNAS, tiga orang dilaporkan meninggal dunia dan nyaris 44 ribu orang harus mengungsi dalam bencana banjir yang melanda sejak 12 Januari lalu.

    Berdasarkan laporan Pusat Pengendali Operasi BNPB pada Sabtu (16/1/2021) pukul 02.00 WIB tercatat ada 3.571 rumah di Balangan yang terendam banjir.

    Banjir di Balangan disebabkan oleh hujan dengan intensitas tinggi, yang menyebabkan meluapnya sungai Balangan dan sungai Pitap.


    1. Gempa Bumi di Sulawesi Barat

    Gempa di Majene, Sulawesi Barat terjadi pada kamis (14/1/2021) Gempa di Sulawesi Barat terjadi pada Kamis (14/1/2021). Gempa pembuka dengan magnitudo 5,9 terjadi di Majene, Sulawesi Barat (Sulbar). Kemudian disusul gempa kedua yang juga terjadi di Majene dengan magnitudo 6,2 pada Jumat (15/1/2021) dini hari

    BNPB melaporkan, pada Kamis (21/1/2021) korban meninggal dunia akibat gempa bumi di Sulawesi Barat sebanyak 91 jiwa dan tiga orang hilan, 253 orang luka berat, 679 orang luka ringan, dan 240 orang luka sedang.

    1. Banjir dan longsor di Manado, Sulawesi Selatan

    Banjir dan tahan longsor terjadi di kota Manado akibat hujan dengan intensitas tinggi dan struktur tanah yang labil pada Sabtu (16/1/2021) pukul 15.09 WITA dengan tinggi muka air sekitar 50 cm- 3 m

    Bencana ini juga menyebabkan 5 orang meninggal, 1 orang hilang, dan ratusan warga terpaksa harus mengungsi ke tempat yang lebih aman. Pusat Pengendali Operasi BNPB melaporkan, kerugian materil akibat bencana ini adalah dua unit rumah yang rusak berat dan 10 unit rumah rusak sedang.


    1. Erupsi Gunung Semeru

    Gunung Semeru di Jawa Timur memuntahkan Awan Panas Guguran (APG) pada Sabtu (16/1/2021), yang meluncur sejauh lebih 4 kilometer disertai guguran lava pijar dengan jarak luncur 500-1.000 meter dari kawah Jonggring Seleko ke arah Besuk Kokoban. Demikian data Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG). Status gunung Semeru masih berada di level II atau “Waspada”.


    ***Najla Azuri Raniah (OSIS Departemen Komunikasi)





  • 0 comments:

    Posting Komentar

    Guru dan Staff