0888 0942 4259 SMP Ar Rafi Drajat Terbaik di Bandung

KILAS LDL (Long Distance Learning) di SMP Ar Rafi' Drajat


MASA pandemi Corona Virus (Covid)-19 yang menyebar pada tahun 2019, berdampak pada sistem pendidikan di seluruh dunia. Semua pelajar “terpaksa” mengikuti pelajaran melalui sistem jarak jauh atau kami kenal dengan LDL (Long Distance Learning). Memanfaatkan media komunikasi online atau daring. Sistem LDL (Long Distance Learning). ini secara resmi dilaksanakan mulai tahun ajaran 2020-2021. Berlaku mulai sekolah Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), sekolah menengah sampai perguruan tinggi. Baik negeri maupun swasta.

Memasuki minggu ke tiga di akhir Juli 2020, belum ada sekolah yang melaksanakan sekolah tatap muka. Kecuali, di wilayah tertentu yang menyatakan daerahnya aman dan tidak ada yang terpapar Covid-19. Daerah kami tergolong zona kuning jadi masih risau untuk mengadakan pembelajaran secara offline. Sebenarnya, kami tidak merasakan kesulitan dalam pembelajaran LDL. 
Karena sekolah kami sudah menggunakan media pembelajaran yang berbasis digital dengan memanfaatkan semua aplikasi google for education yang kami laksanakan secara offline di sekolah. Dengan kecanggihan teknologi yang ada, lebih mudah bagi para guru untuk menciptakan LDL yang kreatif dan aktif. Banyak aplikasi-aplikasi pendukung dan cara-cara praktis yang bisa dengan mudah diterapkan oleh tenaga pendidik. ikarenakan Corona Virus (Covid)-19 merajalela kiprah kami selaku pendidikpun, harus bisa memperkaya kreatifitas supaya prosesbelajar dapat berjalan efektif dan tidak membosankan.

 

Pembelajaran di SMP Ar Rafi' Drajat sangat sekolah terbaik di Bandung sangatlah memperhatikan proses KBM. Guru dan siswa wajib berinteraksi langsung secara daring dengan memanfaatkan aplikasi google meet untuk bertatap muka. Sehingga guru tetap menjadi fasilitator dalam KBM berlangsung. 
Di sebagian sekolah berdasarkan pengamatan KPAI (Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia), bidang pendidikan, Retno Listyarti, menyebut sebanyak 79,9% siswa menyatakan tidak senang belajar dari rumah, karena guru tidak melakukan interaksi selama LDL dan hanya memberikan tugas saja. “KPAI menyimpulkan bahwa LDL pada fase pertama berjalan tidak efektif dan efisien. 


Pernyataan tersebut mengajurkan sekolah dan guru bekerjasama beradaptasi untuk memastikan kegiatan belajar untuk siswa tetap berjalan, bukan hanya menyodorkan tugas saja. Karena pengembangan propesional guru tetap perlu menjadi prioritas. Oleh karena itu, penting untuk para pendidik senantiasa menimba ilmu kembali yang harus disesuaikan dengan zamannya. Selain sekolah dan guru, dalam mengatasi permasalahan tersebut, penting juga menjalin kerjasama efektif dengan orang tua siswa khususnya selama pandemi saat ini.  Upaya menjalin kerjasama dengan orang tua SMP Ar Rafi Drajat sudah memanfaatkan fasilitas google for education yang menghubungkan perkembangan siswa kepada para orang tua. Oleh karena itu, banyak sekali apresiasi terbaik para orang tua kepada SMP Ar Rafi Drajat dalam MASA pandemi saat ini.  



Tidak ada komentar:

Posting Komentar