Pemenang Lomba Esai Kegiatan Menyambut Idul Adha

QURBAN DI MASA PANDEMI 

OLEH : 

SALSABILA AULIA PA 


          Seperti yang kita tahu, qurban tahun ini dilaksanakan secara tertutup dan sangat hati hati. Dikarenakan ada virus corona atau covid 19 ini, membuat banyak musibah dan ujian bagi kita para manusia. Sebagai manusia, kita harus bersabar dan berikhtiar agar pandemi ini selesai. Bagaimana qurban tahun ini yang akan berbeda dengan qurban dari tahun tahun sebelumnya. Karena kita tidak pernah mengalami hal seperti ini. Untuk itu saya akan merangkum materi ini. Qurban di masa pandemi menyebabkan beberapa orang berasumsi bahwa orang-orang akan sulit untuk berbagi. Padahal dalam Al-Qur’an surat Az-Zalzalah ayat 7 disebutkan bahwa : 

رٍة َخ ْيرًا يَرَ ُهۥ َمن يَ ْع َم ْل ِم ْث َقا َل َذ َّ فَ 

Artinya :“Siapa saja yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrah sekalipun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya,” (Q.S. Az-Zalzalah : 7).

Di sini Allah menyampaikan bahwa sebenarnya berbuat baik sekecil apapun akan mendapatkan balasannya. Begitu juga dengan berbagi . Dengan kita berbagi , insyaallah kebaikan kita akan dibalas kembali oleh Allah SWT. Walau masa pandemi ini mengharuskan kita untuk social di s tancing, tapi tidak dengan amal amal kita.

Kita bisa berbagi dengan menyediakan baju APD (Alat pelindung diri) untuk dokter, memberi makan orang mi skin dan mas ih banyak lagi. Tapi karena tema kali ini adalah qurban, maka kita bi sa menyembelihnya lalu tetap bisa membagikannya. Tentu harus safety, karena selain niat kita baik untuk berbagi, kita juga harus berusaha dan ikhtiar untuk menghindari penyakit ini.

Berbagi daging kurban juga tidak harus secara langsung, namun di sampaikan dengan ikhlas . Misalnya kita tidak ingin membagikan secara langsung dan lebih memilih menyewa orang yang lebih profesional dalam hal ini? hal itu sangat diperbolehkan. Yang penting ikhlas dan niatnya ingin berbagi. Bukan ingin riya ataupun merendahkan orang lain. 

Ayat Al -Qur’an yang berhubungan dengan kurban ialah Q.S. Al - Haj j ayat 34. Yang berbunyi :

 ِه ي َم ِة ُه ْم ِم ْن بَ َما َر َز قَ َي ْذ ُك رُ و ا ا ْس َم اللهَِّ َع َلىٰ َنا َم ْن َس ًك ا لِ م ٍة َج َعلْ َّ ُ ِّل أ ِتي َن َو لِكُ ُم ْخبِ الْ شرِ ِّ ْس ِل ُمو ا ۗ َو بَ ُه أَ لَ ٌه َو ا ِح ٌد فَ لَٰ ُه كُ ْم إِ لَٰ إِ َعا ِم ۗ فَ ا ْلأَنْ 

Artinya:“Dan bagi tiap- tiap umat telah Kami syariat kan penyembelihan (kurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzekikan Allah kepada mereka, maka Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa, karena itu ber serah dirilah kamu kepada-Nya. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah)”Kalimat ‘Dan bagi tiap- tiap umat telah Kami syariat kan penyembelihan (kurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzekikan Allah kepada mereka’ Itu menunjukkan bahwa sebagian daging qurban wajib untuk dibagikan. Maka tidak ada kata ‘sulit’ kalau hanya untuk dibagikan. 

Justru kurban di masa pandemi menjadi ajang ‘berlomba- lombalah dalam kebaikan. ’Bagi kita umat umat muslim. Berbagi, ikhtiar, berdo’a, dan ber serah diri menjadi target kita di idul adha nantinya.

Bagaimana teknisi qurban saat pandemi? Jika lingkungan di tempat penyembelihan (bisa jadi masjid atau lapangan) higienis dan memungkingkan untuk menyembelih maka bisa di sana. Dan qurban tahun ini, panitia harus dikurangi jumlahnya. Mungkin yang tahun lalu ada 23 orang, maka kurangi setengahnya menjadi 15 orang. Agar menjaga lingkungan tetap kondusif dan bersih, tiap panitia diwajibkan menggunakan masker, sarung tangan sekali pakai apron, pakaian lengan panjang, dan penutup alas kaki/ sepatu (cover shoes ). 

Menekankan kepada panitia agar tidak menyentuh mata, hidung, mulut, dan telinga, serta sering mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer. Panitia menghindari berjabat tangan atau kontak langsung, serta memperhatikan etika batuk/bersin/meludah. Panitia yang berada di area penyembelihan harus segera member sihkan diri (mandi) sebelum bertemu anggota keluarga.

Lalu pisahkan hewan kurban setiap kandangnya mencapai 5-10 meter agar terhindar penyakit sesama hewan. Pisahkan juga tempat penyembelihan dengan kandang agar hewan lain tidak syok serta menjaga kebersihan yang lainnya juga. Tempat kandang harus bersih, higienis, serta teduh, agar hewan terhindar dari penyakit penyakit yang tidak diinginkan. Pisau yang di siapkan juga harus tajam, tidak berkarat, ataupun bekas. Maksudnya bekas disini adalah tidak habis dipakai untuk memotong yang lain, karena sisa bau atau kuman yang ada dipi saunya akan menempel di daging.

Mengenai ternak kurban, itu juga ada syarat kesehatannya, yaitu dengan tidak sakit, bisa berdiri, dan tidak cacat. Jenis ternak yang sah untuk berkurban adalah sapi, kambing, domba, kerbau, unta, dan sejenisnya. Umur dari hewan yang dikurbankan dianggap cukup jika telah berganti sepasang gigi depan (poel) atau untuk sapi/kerbau setara dengan 1 ,5 - 2 tahun, kambing/domba 1,5 tahun, dan unta umur 5 tahun. 

Setelah hewan kurban disembelih, distribusi langsung kerumah. Jadi yang menghadiri penyembelihan hanya panitia saja. Berbagi merupakan hal yang luar biasa. Jangan sampai karena adanya musibah ini, kita jadi pelit berbagi. Jangan lupa untuk menjaga lingkungan sekitar dan diri sendiri agar terhindar dari penyakit ini. Penting juga untuk kita agar mematuhi protokol kesehatan cara berkurban di masa pandemi dengan baik dan benar. Juga berikhtiar dan berdo’a semoga pandemi ini cepat selesai. Amminn`. 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar